Selasa, 29 September 2009

Petualangan Menuju Desaku - The Day Will Be Perfect

21 September 2009

Hari itu aku bersama seluruh keluarga besarku akan menuju desaku yang sudah 2 tahun gak aku kunjungi. *kangen berat!*
Desaku berada di Kabupaten Tulungagung, 15 menit perjalanan dari Stasiun Ngujuang, Tulungagung. Semua menuju ke Stasiun Surabaya Kota untuk menunggu kereta.
Namun sialnya, 1 jam ditunggu-tunggu, kereta api Dhoho jurusan Tulungagung gak datang-datang. *apesss*
Rupanya ada kesalahan teknis dan kereta masih di Stasiun Waru sana. Sial, udah antri 15 menitan. Namun begitu datang, gila, aku terkejut sekali. *untung gak jantungan ditempat*
Rupanya kereta telah terisi penuh dari Stasiun yang terdahulu. Ruang se inchi pun tak ada. *lebay*
Bingung sekali aku *lha salah siapa mau pulkam H+1 setelah lebaran?*
Rencana A untuk naik kereta gagal total. *bahasa gaulnya: GATOT!*
Tinggal pilih neh, Rencana B: naik Bus kota nmenuju terminal Bungurasih lalu cari bis ke Tulungagung. Akhirnya, rencana B yang kami pilih!

Beginilah Indonesia. Penduduknya padat banget. Semuanya pada kompak pulkam hari ini.
Gila, udah dapat bis ke desaku sekeluarga ama sodara, tante, om dan nenekku *berdiri pula, nasib*
Tapi nyokap bokap adikku terpisah. Beberapa saat kemudian mereka telpon, mereka gak jadi karena adikku sakit mendadak.

Gilee..5 jam berdiri diatas bis? Udah gitu sopirnya ngebut pula! *apesssnya daku*
Udah gitu dibarisan belakang ada mbak-mbak yang kecopetan. Pamanku yang sotoy minta ampun nuduh orang yang mencurigakan disebelahnya. Setelah diperiksa, gak ada tuh dompet mbak-mbak yang ilang tadi. Dasar pamanku, untung ga digampar! *untungnya sifat sotoy-nya gak turun ke ponakannya yang manis, baik hati & gak sombong ini.. hehehehe*



Sampai didekat jalan raya, beberapa kilometer dari rumah buyut dan nenekku didesa, turun. Jalan bentar lalu naik angkutan. Parah! Penuh sesak coy! Apanya yang mudik selalu asyik.. *naik angkot siy..*
Jalan semakin kecil, banyak turunan tajam, bikin inget saat naik roller coaster *mantab!*








Jalanan berganti dengan jalan berbatu. Aku keluar dari mobil, ah,, desaku!
Aku masuk ke sebuah rumah yang sederhana namun nyaman, aku dan yang lain disambut seperti lama tidak jumpa (memang)


Sesudah sedikit bercerita, aku, sodaraku dll pergi ke sungai deket rumah. Airnya dikit, musim kemarau enggak, musim hujan juga enggak. Foto deh disana *narsisnya kumat!*

Tapi,, maaf, aku tidak bisa menayangkan fotonya. Sesaat setelah aku berfoto, kameranya mati dan memory card nya rusak. Apakah ini berhubungan dengan arwah yang tidak rela difoto? Sehingga dia pakai telepati untuk merusak kamera aku? MISTERIUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar