Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

Ferry Rotinsulu, Penjaga Gawang yang Menakjubkan - The Day Will Be Perfect


Namanya Ferry Rotinsulu. Lahir di Palu, Sulawesi Tengah, 28 Desember 1982. Seseorang yang berposisi sebagai kiper bagi Sriwijaya FC. Dengan tinggi 182 cm dan berat 73 kg, dia menjadi kiper utama bagi Sriwijaya FC dan kiper cadangan bagi Timnas Indonesia. Memiliki mata yang indah, penampilan yang menarik dan yang pasti, jenggot yang fenomenal itu, hahahah.

Nomor punggungnya adalah 12, sama seperti bulan lahirnya. Wow, tanggal lahirnya ternyata sama dengan David Archuleta, my fav singer!


Pertama kali saya tau Ferry Rotinsulu, kiper tampan ini, adalah sat aku melihat dia tanding dengan siapa gitu, sekitar bulan maret atau april. Kesan pertama yang kudapat dari Ferry adalah, "Hmm, kiper ini seksi amat, celananya selalu diatas lutut, hahah". Tetapi, ternyata Ferry Rotinsulu tidak hanya modal tampang dan fisik yang bikin wanita histeris *saya juga* tetapi dia sangat cekatan dalam menjaga gawangnya. Ferry adalah kiper yg konsisten dalam menjaga gawangnya, itulah yang membuat dia menjadi kiper cadangan Timnas Indonesia, setelah kiper utama, Markus Horison (Markus Haris Maulana) dari Persib Bandung.

Lalu, hari demi hari, aku makin suka si kiper tampan ini, wajarlah, saya kan cewek, hahah.
Enjoy!



Rabu, 05 Januari 2011

Christian Gonzales atau Mustafa Habibi, Striker Timnas PSSI Yang Juga Seorang Mualaf - The Day Will Be Perfect

















Setiap kali pertandingan akan digelar keesokan harinya, Eva sang istri selalu mengadakan pengajian yang dihadiri oleh ibu-ibu sekitar rumahnya dan diakhiri dengan pembacaan doa. Sementara pengajian berlangsung, Gonzales selalu memperhatikan pengajian dan duduk disamping Eva atau terkadang ia duduk di belakang ibu-ibu pengajian. Maka tidak heran jika Eva lupa tidak mempersiapkan pengajian orang yang pertama kali menegurnya adalah suaminya sendiri.

Namun Gonzales bukanlah manusia yang sempurna, sama seperti pemain lainnya dalam pertandingan sepak bola, konflik kadang tidak bisa dihindari. Tercatat pada tahun 2004, Gonzales pernah memiliki masalah dengan Abu Shaleh Pengurus Pengda PSSI Banten saat PSM Makassar menjamu Persikota Tanggerang. Tahun 2006, Gonzales bermasalah dengan Emanuel de Porras striker PSIS. Setahun kemudian Gonzales berurusan dengan wasit Rahmat Hidayat saat melawan Pelita Jaya Jawabarat dan pada tahun 2008 Gonzales berurusan dengan Erwinsyah Hasibuan bek dari PSMS.

Tentunya permaslahan ini berujung pada sanski yang dikeluarkan tim disiplin PSSI, mulai dari denda sampai larangan bermain. Sanksi ini bagi Gonzales merupakan ujian berat, dan pada saat yang sama guru-guru spiritual Gonzales selalu membingbing dan menyemangati Gonzales untuk tetap bangkit dan bersabar menerima cobaan. Terbukti, nasehat ini berhasil membawa Gonzales terus bangkit dan kembali berlaga untuk menciptakan gol di lapangan hijau.

Popularitas dan harta yang melimpah ruah tidak begitu mempengaruhi Gonzales, ia bukanlah tipe orang yang suka menghambur hamburkan uang. Bahkan ia akan sangat marah jika ada orang yang mengajaknya ke klub atau tempat hiburan malam dan tak segan Gonzales akan memutuskan hubungan dengan orang tersebut.

Harta yang ia raih dari perjuangannya di persepakbolaan lebih suka ia berikan kepada anak yatim, fakir miskin dan ibu-ibu pengajian sebagai zakat dan shadaqah. Hal ini dilakukan karena Gonzales mengetahui kewajiban zakat yang ia baca dari buku-buku keislaman milik istrinya.

Sempat Gonzales beserta istrinya berkeinginan untuk menunaikan haji tahun 2008, namun Allah berkehendak lain uang yang di dapatkan dari peralihan top skor sebanyak 50 juta digunakan guna membiayai operasi istrinya untuk melahirkan anak keempat, Vanesa Siregar Gonzales .

Menyangkut kebiasaanya dalam pertandingan sepak bola, pemain yang rajin bersih-bersih rumah ini setiap kali berangkat bertanding selalu membawa tasbih di dalam tasnya dan beberapa buku doa sebagai perbekalan.

Selain itu tidak seperti pemain muslim lainnya yang sujud syukur ketika menciptakan gol, bagi Gonzales bentuk rasa syukur ketika berhasil mencetak gol adalah dengan mengangkat telunjuknya ke mulut seraya menengadah ke langit, hal ini merupakan isyarat rasa syukur terhadap Allah yang Maha Esa. Tetapi kadang juga dengan sujud syukur.

Bahkan pada saat membela tim Persib Bandung, pria berkalung ayat kursi ini menggunakan nomor punggung 99. Nomor ini dipilih bukan tanpa alasan, 99 merupakan isyarat asma Allah yang dikenal dengan asmaul husna.

Terkait harapannya ke depan, Gonzales sangat perhatian dengan keluarga “Saya berharap anak-anak menjadi anak yang shaleh dan sehat wal afiyat, semoga Allah melindungi, supaya ketika masalah datang ya cepat hilang” demikian keinginan Gonzales.

Selasa, 28 Desember 2010

Final AFF Suzuki Cup 2010 Antara Indonesia dan Malaysia - The Day Will Be Perfect

What a bad day !
Itulah yang mungkin banyak diucapkan oleh pendukung Timnas Indonesia saat kalah telak 3-0 dengan sang tuan rumah pemilik Stadion Bukit Jalil , Malaysia .
Yaa , aku juga mengalami emosi yang bercampur aduk saat negri jiran itu mengalahkan 'negara garuda' kita pada leg 1 pada tanggal 26 desember 2010 lalu .
What the . . . ?!?!

Kekalahan negara kita mungkin diakibatkan oleh kelengahan dan mental pemain timnas Indonesia yang drop saat pemain timnas Malaysia , Safee , yang melayangkan gol pertama kegawang Indonesia .
Ah Markus ! What are you doing ??
Semenjak gol pertama yang gilang - gemilang , maka rasa percaya diri pemain timnas Malaysia meningkat . Gol demi gol tercipta hingga mencapai angka 3 !

Faktor faktor yang menyebabkan Indonesia kalah pada leg pertama menurut versiku adalah :
- Rasa percaya diri yang berlebih setelah beberapa kali mengalahkan negara lain pada AFF Suzuki Cup 2010 ini . Sehingga -mungkin- pemain timnas Indonesia merasa tak perlu bekerja terlalu keras untuk mengalahkan Malaysia .
- Mental yang drop saat pemain Malaysia melayangkan gol pertamanya .
- Sinar laser yang mengganggu konsentrasi pemain timnas Indonesia . Dan itu dari supporter Malaysia .
- Petasan yang dilemparkan supporter Malaysia .
- Banyaknya agenda yang tak terlalu penting diluar agenda untuk latihan .
- Media Indonesia yang terlalu percaya diri membuat banyak supporter Indonesia terlena dalam euforia kemenangan .
Dan mungkin banyak hal lainnya yang mempengaruhi kekalahan pada leg pertama melawan Malaysia ini .

Pemain andalanku , Christian Gerard Alfaro Gonzales atau Mustafa Habibi Gonzales yang bernomor 9 , juga tak bisa berbuat banyak untuk mencetak gol . Striker kesayangan Indonesia ini sebenarnya memiliki banyak peluang emas untuk mencetak gol , namun sayangnya semua itu terhalang oleh kerjasama pemain timnas Malaysia yang cukup rapat dan rapi tersebut . El Loco kesayanganku tak mampu memberi gol yang biasanya dia sumbangkan pada Indonesia ini . Ah sayang sekali .

Indonesia , aku akan setia memdukungmu ! Masih ada 90 menit , seperti kata Bambang Pamungkas diakun twitternya .
Garuda didadaku .
Garuda kebanggaanku .
Kuyakin hari rabu pasti menang !