Seorang ibu kehilangan anaknya. Kemudian dia mencari dimana anaknya berada. Ditelusuri tempat tidurnya, namun tak ada. Dicarinya disatu per satu ruangan, namun anaknya tak kunjung ditemukan. Berbagai upaya, tenaga, waktu dikerahkan demi mencari anaknya yang hilang tersebut. Sepanjang hari dia memanggil-manggil nama buah hatinya, yang baru dilahirkan itu. Sang ibu tersebut merasa sedih, bagaimana bisa buah hatinya yang tak bisa merangkak, apalagi berjalan itu bisa hilang dalam waktu yang singkat saat dia tengah mencari makanan. Dia terlihat sangat - sangat sedih.
Melihatnya, aku sangat terharu dan kasihan. Lalu, aku mengajaknya ke pusara anaknya, yang terletak tak jauh dari tempat dia tinggal. Kemudian kugali pusara tersebut.
Ya, anak yang disayanginya itu telah meninggal dunia. Lebih tepatnya, meninggal karena dimakan dan dibunuh seekor ular. Kulihat raut mukanya, tampak bahwa sang ibu itu bersedih. Dia menangis dengan cara tak mampu kupahami.
Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Dia tak bisa menerima keadaan tersebut. Setiap hari, setiap waktu, sang ibu tersebut masih memanggil-manggil nama anak-anaknya. Namun apa yang bisa kulakukan?
Sang ibu itu hanyalah seekor kucing yang bahkan tak mampu berbicara dan memahami pembicaraanku.
Kasih sayang seorang ibu memang sangatlah tulus dan tak mengharap imbalan apapun. Tiada batasnya, dan tanpa pamrih. Walau bagaimanapun keadaan ibu kita, kita harus tetap menyayangi dan menghormatinya. Jangan sampai membentak, memukul, atau membuat ibu kita menangis. Karna disadari atau tidak, ibu sangatlah menyayangi kita semua.
Cintai dan sayangi ibu kita, karna itulah hakikat cinta yang sesungguhnya.
Hari hari terasa indah karena cinta. Berbagai rasa menusuk nusuk dalam dada. Sedih. Senang. Cemburu. Gelisah. Hari hari tampak menyenangkan jika cinta ada. Jangan pernah meninggalkan cinta karena akan membuat kita kecewa. Karena cinta adalah segalanya dalam hidup manusia.
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Januari 2011
Minggu, 25 Juli 2010
MY BORNDAY ! - The Day Will Be Perfect
20 Juli 2010

PUISI DIHARI ULANG TAHUNKU .
Aku terbangun .
Dari tidurku .
Setelah terlelap jauh dari khayalanku .
Khayalan - khayalan indahku .
Anganku , asaku , impianku .
Dipagi yang sunyi sepi .
Mungkin hanya suara jam dinding berdetak, membuat hatiku berdebar .
Oh Tuhan! Ini adalah hari kelahiranku !
Hari bahagiaku .
Setelah aku berhasil mengarungi dunia ini 14 tahun lamanya .
Lalu kemudian , apa yang aku lakukan ?
Aku bergegas mengecek folder inbox di handphoneku .
Terdapat belasan , atau mungkin puluhan ucapan selamat ulang tahun untukku .
Aku terharu .
Sesegera mungkin aku membalasnya .
'Terima kasih temanku . Atas ucapan dan perhatian kalian kepadaku' .
Kemudian , ku bergegas menuju ke tempat terindah dihidupku . Atau mungkin untuk anak seusiaku .
Sekolah .
Beberapa temanku menyoraki kehadiranku .
Salah satunya sahabat lelaki terbaikku .
Dan aku berlari . Kekelasku . Sekencang mungkin .
Aku kemudian duduk dibangku kelasku .
Seraya lirih mengucap : 'Oh Tuhan, betapa perhatiannya mereka kepadaku' .
Pada jam-jam dihari ini, entah jam istirahat ataupun jam pelajaran .
Berpuluh-puluh tangan menyalami tanganku .
Aku hanya bisa mengucap: 'Terima kasih...'
Oh Tuhanku, terima kasih , atas kebahagiaanku dihari ulang tahunku .
Karena aku tahu , aku hanya bisa menerima kebahagiaan ini satu tahun sekali .
Terima kasih , engkau telah memberiku hidup hingga usia sekian ini .
Aku berjanji , akan memberikan yang terbaik untukmu .
Untuk keluargaku . Temanku . Negaraku . Dan duniaku .

PUISI DIHARI ULANG TAHUNKU .
Aku terbangun .
Dari tidurku .
Setelah terlelap jauh dari khayalanku .
Khayalan - khayalan indahku .
Anganku , asaku , impianku .
Dipagi yang sunyi sepi .
Mungkin hanya suara jam dinding berdetak, membuat hatiku berdebar .
Oh Tuhan! Ini adalah hari kelahiranku !
Hari bahagiaku .
Setelah aku berhasil mengarungi dunia ini 14 tahun lamanya .
Lalu kemudian , apa yang aku lakukan ?
Aku bergegas mengecek folder inbox di handphoneku .
Terdapat belasan , atau mungkin puluhan ucapan selamat ulang tahun untukku .
Aku terharu .
Sesegera mungkin aku membalasnya .
'Terima kasih temanku . Atas ucapan dan perhatian kalian kepadaku' .
Kemudian , ku bergegas menuju ke tempat terindah dihidupku . Atau mungkin untuk anak seusiaku .
Sekolah .
Beberapa temanku menyoraki kehadiranku .
Salah satunya sahabat lelaki terbaikku .
Dan aku berlari . Kekelasku . Sekencang mungkin .
Aku kemudian duduk dibangku kelasku .
Seraya lirih mengucap : 'Oh Tuhan, betapa perhatiannya mereka kepadaku' .
Pada jam-jam dihari ini, entah jam istirahat ataupun jam pelajaran .
Berpuluh-puluh tangan menyalami tanganku .
Aku hanya bisa mengucap: 'Terima kasih...'
Oh Tuhanku, terima kasih , atas kebahagiaanku dihari ulang tahunku .
Karena aku tahu , aku hanya bisa menerima kebahagiaan ini satu tahun sekali .
Terima kasih , engkau telah memberiku hidup hingga usia sekian ini .
Aku berjanji , akan memberikan yang terbaik untukmu .
Untuk keluargaku . Temanku . Negaraku . Dan duniaku .
Langganan:
Postingan (Atom)