Tampilkan postingan dengan label Kasih Sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasih Sayang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

Indahnya Memaafkan Kesalahan Orang Lain - The Day Will Be Perfect

Apakah mudah memaafkan kesalahan orang lain? Mungkin itu merupakan pertanyaan umum yang kerap kali diajukan banyak orang. Memaafkan bisa dikatakan sebagai mengampuni kesalahan, tidak mendendam, memberi remisi, atau pembebasan. Secara psikologis, memaafkan merupakan proses menurunnya motivasi membalas dendam dan menghindari interaksi dengan orang yang telah menyakiti sehingga cenderung mencegah seseorang berespons destruktif dan mendorongnya bertingkah laku konstruktif dalam hubungan sosialnya.
Sebagian besar orang kesulitan untuk memaafkan kesalahan orang lain. Sulitnya memaafkan menyebabkan malas berkomunikasi dengan orang itu lagi, tak menyapa hingga bermusuhan. Apakah seperti itu parahnya kesalahan yang ada hingga tak ada kata mmaafkan lagi? Apakah tak ada lagi kesempatan kedua itu?

Menurut Rasulullah SAW, jika marah atau kesal pada seseorang cukup hanya 3 hari saja, karena dalam kurun waktu 3 hari amarah yang ada diharapkan bisa hilang. Setelah itu kita wajib menyambung kembali tali persaudaraan yang sempat putus karena itu.

Aku sendiri menulis status ini untuk salah satu temanku, tepatnya teman sebangku. Hari ini ia bilang padaku dan teman lain, kalau tak ikhlas berteman mendingan ga usah saja. Lho??? Apa yang sebenarnya terjadi? Jadi pokok permasalahannya karena dia merasa tak dianggap oleh salah satu temanku, dan juga karena dia sering disindir-sindir tentang kelakuannya. Entah oleh temanku itu hanya bercanda atau malah temanku itu memusuhinya dibaliknya aku tak tau. Akibatnya, aku dan salah satu temanku yang lain terkena imbasnya.
Tapi, Alhamdulillah, dia masih menganggapku sebagai teman, meskipun anggapan itu masih simpang siur adanya.
Memaafkan, membuat hati tenang, semangat tumbuh, musnahnya permusuhan dan pikiran rileks. Lalu kenapa masih banyak orang yang sulit memaafkan keslahan orang lain atau dirinya sendiri?
Bagaimana pendapat Anda?

Kamis, 20 Januari 2011

Kasih Sayang Seorang Ibu Tiada Batasnya - The Day Will Be Perfect

Seorang ibu kehilangan anaknya. Kemudian dia mencari dimana anaknya berada. Ditelusuri tempat tidurnya, namun tak ada. Dicarinya disatu per satu ruangan, namun anaknya tak kunjung ditemukan. Berbagai upaya, tenaga, waktu dikerahkan demi mencari anaknya yang hilang tersebut. Sepanjang hari dia memanggil-manggil nama buah hatinya, yang baru dilahirkan itu. Sang ibu tersebut merasa sedih, bagaimana bisa buah hatinya yang tak bisa merangkak, apalagi berjalan itu bisa hilang dalam waktu yang singkat saat dia tengah mencari makanan. Dia terlihat sangat - sangat sedih.

Melihatnya, aku sangat terharu dan kasihan. Lalu, aku mengajaknya ke pusara anaknya, yang terletak tak jauh dari tempat dia tinggal. Kemudian kugali pusara tersebut.

Ya, anak yang disayanginya itu telah meninggal dunia. Lebih tepatnya, meninggal karena dimakan dan dibunuh seekor ular. Kulihat raut mukanya, tampak bahwa sang ibu itu bersedih. Dia menangis dengan cara tak mampu kupahami.
Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Dia tak bisa menerima keadaan tersebut. Setiap hari, setiap waktu, sang ibu tersebut masih memanggil-manggil nama anak-anaknya. Namun apa yang bisa kulakukan?
Sang ibu itu hanyalah seekor kucing yang bahkan tak mampu berbicara dan memahami pembicaraanku.

Kasih sayang seorang ibu memang sangatlah tulus dan tak mengharap imbalan apapun. Tiada batasnya, dan tanpa pamrih. Walau bagaimanapun keadaan ibu kita, kita harus tetap menyayangi dan menghormatinya. Jangan sampai membentak, memukul, atau membuat ibu kita menangis. Karna disadari atau tidak, ibu sangatlah menyayangi kita semua.
Cintai dan sayangi ibu kita, karna itulah hakikat cinta yang sesungguhnya.

Minggu, 25 Juli 2010

MY BORNDAY ! - The Day Will Be Perfect

20 Juli 2010















PUISI DIHARI ULANG TAHUNKU .


Aku terbangun .
Dari tidurku .
Setelah terlelap jauh dari khayalanku .
Khayalan - khayalan indahku .
Anganku , asaku , impianku .
Dipagi yang sunyi sepi .
Mungkin hanya suara jam dinding berdetak, membuat hatiku berdebar .
Oh Tuhan! Ini adalah hari kelahiranku !
Hari bahagiaku .
Setelah aku berhasil mengarungi dunia ini 14 tahun lamanya .

Lalu kemudian , apa yang aku lakukan ?
Aku bergegas mengecek folder inbox di handphoneku .
Terdapat belasan , atau mungkin puluhan ucapan selamat ulang tahun untukku .
Aku terharu .
Sesegera mungkin aku membalasnya .
'Terima kasih temanku . Atas ucapan dan perhatian kalian kepadaku' .

Kemudian , ku bergegas menuju ke tempat terindah dihidupku . Atau mungkin untuk anak seusiaku .
Sekolah .
Beberapa temanku menyoraki kehadiranku .
Salah satunya sahabat lelaki terbaikku .
Dan aku berlari . Kekelasku . Sekencang mungkin .
Aku kemudian duduk dibangku kelasku .
Seraya lirih mengucap : 'Oh Tuhan, betapa perhatiannya mereka kepadaku' .

Pada jam-jam dihari ini, entah jam istirahat ataupun jam pelajaran .
Berpuluh-puluh tangan menyalami tanganku .
Aku hanya bisa mengucap: 'Terima kasih...'
Oh Tuhanku, terima kasih , atas kebahagiaanku dihari ulang tahunku .
Karena aku tahu , aku hanya bisa menerima kebahagiaan ini satu tahun sekali .
Terima kasih , engkau telah memberiku hidup hingga usia sekian ini .
Aku berjanji , akan memberikan yang terbaik untukmu .
Untuk keluargaku . Temanku . Negaraku . Dan duniaku .