Minggu, 25 Juli 2010

Penyakit Bangsa Ini - The Day Will Be Perfect

Look my blog , guys.
Lihat tanggalnya.
Jika diperhatikan secara teliti, blogku ini amat jarang aku update! haha
Huft. Habis dirumah ga ada akses internetnya sihh.. *nangis meraung-raung*
Padahal, kalau mau bersusah payah sedikit, disekitar rumahku banyak sekali warnet bertebaran * bertebaran? ya dipunguti dong! hehe :P *
Dan aku merasa amat sangat sangat malassssssssss untuk menuju kesana.
Padahal, warnet paling dekat dengan rumahku, jaraknya paling hanya 100 meter.
Hehe, malas banget kan?

Mungkin, penyakit malas sudah mendarah daging dalam darah rakyat indonesia?
Kalau iya, sejak kapankah tepatnya?
Apakah sejak zaman Ordovisum, zaman Silur, zaman Devon, zaman Carbon, zaman Perm, zaman Trias, zaman Jura ataukah zaman Kapur? * yeee manusia ajah belom ada! :P *
Lalu, sejak kapan?
Ah,kurang tahu saya. :D

Sebenarnya bangsa ini tidaklah bodoh.
Otak anak-anak bangsa ini bisa diadu dengan otak bangsa lain *diadu? emang ayam?*
Cuma, 1 penyakit turun temurun yang mungkin dapat dikatakan 'tidak dapat terhapuskan'
Adalah KEMALASAN.
Hmm.. Saya tidak mengatakan orang lain malas.
Karena saya sendiri juga demikian :D .
Hanya saja kadarnya tiap orang berbeda-beda.
Entahlah, itu masih misteri bagiku.

Kemalasan juga merupakan penyakit bagi negeri ini.
Beberapa anggota politik dan yang mengurusi negara ini malas *saya bilang beberapa, bukan semuanya :D *
Mereka malas menunggu uang gajian mereka, hingga mereka berbuat korupsi. Mencuri uang negara.
Padahal? Gaji mereka jelas-jelas sudah demikian besar ketimbang para buruh kasar, tukang becak, pedagang keliling, nelayan, dan lain sebagainya yang mereka berada dibawah atau digaris kemiskinan yang jelas-jelas tidak malas sama sekali untuk mencari makan untuk keluarganya.
Mereka tidak bersyukur.
Itu yang menyebabkan gaji mereka yang demikian besar terasa kurang.
Akhirnya timbul lah praktik kecurangan yang akhir-akhir ini sering terdengar dimedia cetak maupun elektronik.

Apakah sama yang terjadi dengan masyarakat yang berada dibawah atau digaris kemiskinan?
Tidak bersyukur?
Bagi mereka, sederhana saja, asal ada uang cukup untuk makan mereka akan tenang.
Bagi masyarakat yang borjuis, terbiasa hidup diatas garis, mungkin telah terdiktekan bahwa hidup itu harus serba mewah, mahal dan lain sebagainya.

Ok , it's just my opinion .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar