Kamis, 10 Februari 2011

Meredakan Stress Melalui Psikiater - The Day Will Be Perfect


Stres sebenarnya salah satu unsur yang dibutuhkan dalam hidup manusia untuk bekerja dan memotivasi diri. Namun demikian, bila stres sudah mengakibatkan kendala dan mempersulit diri, pada saat itulah dibutukan intervensi atau penanganan.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan sendiri untuk mengatasi atau meredakan stres. Beberapa di antaranya adalah membiasakan diri hidup lebih rileks, mengendalikan emosi, bersikap realistis hingga menerapkan gaya hidup sehat seperti tidur cukup dan konsumsi makanan bergizi untuk menghasilkan pikiran yang sehat.

Namun yang tak kalah penting dalam penanganan stres adalah manusia harus berupaya mencari ke dalam diri apa yang menjadi penyebab timbulnya stres. Seperti diutarakan Dr. Kusumawardhani, SpKJ (K), Pelaksana Teknis Kepala Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, menemukan inti persoalan yang menjadi penyebab stres dan mengupayakan penyelesaiannya adalah kunci penanganan stres dalam diri. "Supaya dapat mengatasi stres, kita harus cari tahu ke dalam diri, apa yang melatarbelakanginya. Setelah itu, upayakan penyelesaiannya. Jika tidak dapat mengatasinya sendiri, inilah saatnya untuk kita untuk datang ke dokter atau psikiater," ungkapnya. Menurut Dr Kusumawardhani, setelah pasein datang berobat ke psikiater mereka biasanya akan mendapat bantuan bagaimana cara mengatasi stres, baik dengan obat-obatan atau pun dengan cara yang dapat dilakukan oleh pasien sendiri seperti terapi atau relaksasi.

"Pasien akan diajarkan oleh psikiater tentang cara relaksasi yang benar sehingga mendapatkan hasil yang baik," ungkapnya.
Pasien juga akan dibantu psikiater dalam mengambil pilihan atau alternatif penyelesaian persoalan yang membuat stres. Biasanya, psikiater akan memberi banyak alternatif pemecahan dan merekomendasikan yang terbaik buat pasien. "Sepanjang bisa ditemukan solusinya, pasien diberi kebebasan untuk memilih cara penyelesaian yang tepat.mana yang paling nyaman untuk penderita.

Tapi tentunya psikiater juga memiliki keterbatasan," lanjutnya.
Jika ternyata ada masalah yang tidak bisa diatasi, kata Kusumawardhani, harus ada kebesaran hati pasien untuk menerima kondisi tersebut. "Disitulah yang disebut kita harus menerima hal-hal yang tidak bisa diubah. Jadi kebijaksanaan yang kita butuhkan. Mana hal-hal yang bisa kita ubah, dan mana yang tak bisa kita ubah," terangnya..

Untuk terhindar dari stress, manusia sebenarnya memiliki kontrol atas dirinya sendiri, mana yang perlu diupayakan dan mana yang harus direlakan atau dilepaskan. "Jika itu di luar kendali kita, kita harus bisa menerimanya dengan ikhlas. Bila kita dapat menerima segala hal di luar kendali kita, kita tidak akan mengalami stres," tandas Dr Kusumawardhani.

Senin, 07 Februari 2011

Cara Membuat Pupuk Kompos - The Day Will Be Perfect


Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Cara Membuat Pupuk Kompos:

  1. Sediakan wadah berdiameter 10 cm (yang tidak dipakai lagi), lubangi bagian bawahnya untuk saluran cairan coklat (lindi) hasil pengomposan. Beri pasir ke dalam wadah sebagai dasarnya
  2. Lalu sampah organik seperti sisa sayuran, buah, makanan, dll ditumpuk di atas pasir itu.
  3. Pada hari ketiga setelah ada bau masam, sisa sayuran dan makanan ditaburi kapur (dolomide) untuk menambah unsur hara hasil kompos. Perciki air secukupnya. Kemudian tambahkan tanah gembur secukupnya agar bau bisa tertahan.
  4. Untuk lapisan berikutnya dapat mulai lagi dengan diperciki air, diberi pasir, sisa sayuran/makanan, tanah gembur. Pembuatan kompos dilakukan secara berlapis-lapis.
  5. Untuk wadah berdiameter 10 cm campuran tidak perlu diaduk, tetapi untuk wadah yang berukuran lebih besar sebaiknya campuran diaduk.

Waktu yang diperlukan untuk menjadi kompos sekitar satu setengah bulan. Tanda-tanda pengomposan sudah selesai campuran menjadi hitam dan tidak bau. Kompos tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, media tanam di rumah sendiri atau jika dijual bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Selamat mencoba!

Kamis, 27 Januari 2011

Indahnya Memaafkan Kesalahan Orang Lain - The Day Will Be Perfect

Apakah mudah memaafkan kesalahan orang lain? Mungkin itu merupakan pertanyaan umum yang kerap kali diajukan banyak orang. Memaafkan bisa dikatakan sebagai mengampuni kesalahan, tidak mendendam, memberi remisi, atau pembebasan. Secara psikologis, memaafkan merupakan proses menurunnya motivasi membalas dendam dan menghindari interaksi dengan orang yang telah menyakiti sehingga cenderung mencegah seseorang berespons destruktif dan mendorongnya bertingkah laku konstruktif dalam hubungan sosialnya.
Sebagian besar orang kesulitan untuk memaafkan kesalahan orang lain. Sulitnya memaafkan menyebabkan malas berkomunikasi dengan orang itu lagi, tak menyapa hingga bermusuhan. Apakah seperti itu parahnya kesalahan yang ada hingga tak ada kata mmaafkan lagi? Apakah tak ada lagi kesempatan kedua itu?

Menurut Rasulullah SAW, jika marah atau kesal pada seseorang cukup hanya 3 hari saja, karena dalam kurun waktu 3 hari amarah yang ada diharapkan bisa hilang. Setelah itu kita wajib menyambung kembali tali persaudaraan yang sempat putus karena itu.

Aku sendiri menulis status ini untuk salah satu temanku, tepatnya teman sebangku. Hari ini ia bilang padaku dan teman lain, kalau tak ikhlas berteman mendingan ga usah saja. Lho??? Apa yang sebenarnya terjadi? Jadi pokok permasalahannya karena dia merasa tak dianggap oleh salah satu temanku, dan juga karena dia sering disindir-sindir tentang kelakuannya. Entah oleh temanku itu hanya bercanda atau malah temanku itu memusuhinya dibaliknya aku tak tau. Akibatnya, aku dan salah satu temanku yang lain terkena imbasnya.
Tapi, Alhamdulillah, dia masih menganggapku sebagai teman, meskipun anggapan itu masih simpang siur adanya.
Memaafkan, membuat hati tenang, semangat tumbuh, musnahnya permusuhan dan pikiran rileks. Lalu kenapa masih banyak orang yang sulit memaafkan keslahan orang lain atau dirinya sendiri?
Bagaimana pendapat Anda?

Jumat, 21 Januari 2011

Metode Kelulusan Yang Baru, Akankah Lebih Menguntungkan? - The Day Will Be Perfect

Banyak orang yang tak setuju, tak sependapat dan tak menginginkan jika bersekolah beberapa tahun, hanya ditentukan waktu 3-4 hari, yaitu dengan UN (Ujian Nasional)
UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah. Atau lebih gampangnya, UN yaitu semacam test tentang pengetahuan dasar berbagai macam cabang ilmu pengetahuan diantaranya : Bahasa (Indonesia dan Inggris, diujikan secara tak bersamaan) , Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ada kalanya Ilmu Pengetahuan Sosial juga ditambahkan. Tiap-tiap cabang ilmu pengetahuan tersebut diujikan selama sehari, dengan waktu kurang lebih 2 jam, 1-3 orang jumlah pengawas yang mengawasi peserta UN ditiap-tiap ruangan UN, dengan jumlah peserta 20 orang per ruangan.
UN diujikan untuk siswa tahun ajaran terakhir dari tiap-tiap tingkat. Misal : kelas 6 Sekolah Dasar (SD), kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan kelas 12 Sekolah Menengah Atas (SMA).

O.K, kembali pada ketidak-setujuan banyak orang tentang kelulusan hanya didasarkan dari UN selama beberapa hari itu. Karena, sekolah selama beberapa tahun dengan banyak materi pelajaran, hanya ditentukan oleh beberapa hari. Terdengar klise memang. Namun, memang itulah alasannya.
Kemudian, setelah pemikiran panjang dan rapat sana-sini, pemerintah mengumumkan bahwa UN tak serta merta menjadi acuan untuk lulus! Metode baru telah dipersiapkan, yaitu dengan menghitung jumlah nilai rapor ditiap semester kemudian dicari rata-ratanya. Ya, nilai rapor diambil sebanyak 40 % sebagai kelulusan dan sisanya dari nilai UN. Apakah itu cukup menguntungkan dan efektif?

Lalu, katanya mulai tahun ini TAK ADA yang namanya UJIAN ULANG! Jadi siapapun yang tidak lulus, maka akan mengulang. Apakah itu juga cukup adil?
So, what do you think about Ujian Nasional?

Kamis, 20 Januari 2011

Kasih Sayang Seorang Ibu Tiada Batasnya - The Day Will Be Perfect

Seorang ibu kehilangan anaknya. Kemudian dia mencari dimana anaknya berada. Ditelusuri tempat tidurnya, namun tak ada. Dicarinya disatu per satu ruangan, namun anaknya tak kunjung ditemukan. Berbagai upaya, tenaga, waktu dikerahkan demi mencari anaknya yang hilang tersebut. Sepanjang hari dia memanggil-manggil nama buah hatinya, yang baru dilahirkan itu. Sang ibu tersebut merasa sedih, bagaimana bisa buah hatinya yang tak bisa merangkak, apalagi berjalan itu bisa hilang dalam waktu yang singkat saat dia tengah mencari makanan. Dia terlihat sangat - sangat sedih.

Melihatnya, aku sangat terharu dan kasihan. Lalu, aku mengajaknya ke pusara anaknya, yang terletak tak jauh dari tempat dia tinggal. Kemudian kugali pusara tersebut.

Ya, anak yang disayanginya itu telah meninggal dunia. Lebih tepatnya, meninggal karena dimakan dan dibunuh seekor ular. Kulihat raut mukanya, tampak bahwa sang ibu itu bersedih. Dia menangis dengan cara tak mampu kupahami.
Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Dia tak bisa menerima keadaan tersebut. Setiap hari, setiap waktu, sang ibu tersebut masih memanggil-manggil nama anak-anaknya. Namun apa yang bisa kulakukan?
Sang ibu itu hanyalah seekor kucing yang bahkan tak mampu berbicara dan memahami pembicaraanku.

Kasih sayang seorang ibu memang sangatlah tulus dan tak mengharap imbalan apapun. Tiada batasnya, dan tanpa pamrih. Walau bagaimanapun keadaan ibu kita, kita harus tetap menyayangi dan menghormatinya. Jangan sampai membentak, memukul, atau membuat ibu kita menangis. Karna disadari atau tidak, ibu sangatlah menyayangi kita semua.
Cintai dan sayangi ibu kita, karna itulah hakikat cinta yang sesungguhnya.